Saturday, August 19, 2017

Iman dan Logika

Pernah suatu hari saat saya sedang makan bersama keluarga jerman, mereka bertanya kepada saya 'mengapa saya tidak boleh makan babi?'. Ketika itu saya bingung mau jawab apa karena saya sendiri memang kurang kritis untuk mengetahui alasan-alasan dibalik apapun yang dilarang agama. Waktu itu saya hanya menjawab, 'karena agama saya melarangnya.'.
Ternyata si emak yang terbilang kritis dan logis tetap bertanya 'Apakah ada alasan tersendiri yang masuk akal mengapa kamu tidak diperbolehkan makan babi? Pasti ajaran agamamu punya alasan tersendiri mengapa kamu dilarang memakannya.'
Saya benar-benar bingung. Karena memang saya sendiri belum mendapat penjelasan logis mengenai pelarangan tersebut. Sampai akhirnya saya bilang, 'Later I will find out the reason why..'
Saya merasa tertantang untuk menjelaskan larangan tersebut yang bisa masuk ke logikanya si emak. Sampai browsing sana-sini. Karena saya melihat jawaban saya 'Karena agama saya melarang untuk mengonsumsi babi' tampaknya belum memuaskannya.
Setelah browsing banyak, akhirnya saya menemukan jawaban. Ternyata jawabannya sesederhana bahwa babi menjadi sumber cacing pita yang kurang baik untuk kesehatan. Jawabannya sesederhana itu: demi alasan kesehatan.
Di momen makan bersama selanjutnya setelah saya menemukan jawaban yang logis, akhirnya saya menjelaskan bahwa mengonsumsi babi kurang baik untuk kesehatan. Bahkan penelitian yang memberikan statement tersebut dilakukan oleh orang-orang nonmuslim. Mendengar jawaban tersebut, si emak ngangguk-ngangguk. Alasan saya tidak makan daging babi mulai masuk akal baginya.
Dari sana, dalam hati saya menyimpulkan betapa sebenarnya berbagai macam larangan dan perintah ajaran agama yang saya peluk memberikan jalan hidup yang sangat baik. Tapi dari sana juga, saya semakin tergerak untuk belajar lebh kritis dalam mencari tahu alasan-alasan logis di balik larangan dan perintah tersebut.
Beriman memang tidak perlu logika, tapi memanfaatkan akal yang sudah dikaruniakan untuk mencari tahu alasan-alasan sebuah perintah dan larangan itu sebuah keharusan. Karena setelah tahu alasan di balik perintah dan larangan, sangat memungkinkan keimanan kita akan semakin bertambah.

Monday, July 31, 2017

Batu Mahpar Tasikmalaya

It was a short trip along with my big family after attending family gathering - in celebrating my cousin's new house. The place is called Batu Mahpar which means the stone lies on the earth. This new-known destination is located in Sariwangi District, Tasikmalaya Regency. We pass through the Cisinga (Ciawi-Singaparna) street.

I would say that the area is still a little virgin because not so many people come there. One of the main attraction is the waterfall where we have to go down to reach it. We need to pay IDR 5000 per person.

I recommend this place for you who love to explore the nature. f you had plan to come here, make your outfit correct. Don't wear any high heels or wedges :'D

Enjoy your weekend!

PS: No need to imagine how it looks like. I made a video of the view around ;)



Sundanese Waterfall