Sunday, May 21, 2017

Siblings Are The Best Friends

Munggahan merupakan tradisi yang dilakukan orang Sunda sebelum memasuki puasa. Tradisi itu juga sudah mendarah daging di keluarga besar saya dan lingkungan. Seminggu atau beberapa hari mendekati puasa, tempat wisata biasanya sudah penuh dengan orang-orang yang liburan sejenak sebelum fokus berpuasa.

Termasuk saya dan keluarga besar. Saya pribadi sih tidak begitu ikut tradisi tersebut. Tapi karena ada ajakan keluarga untuk jalan-jalan, jadinya saya ikut. Waktu itu kakak saya merekomendasikan buat jalan-jalan ke Pasir Kirisik, Guranteng, Ciawi. Dari rumah, jarak tempuh sekitar 1 jam ke lokasi.

Karena jalannya cukup terjal, sempit, dan bikin stres, mending urusan nyetir diserahkan ke pihak laki-laki deh. Apalagi pas pulang melewati jalan yang lebih terjal lagi. Kalau tidak hati-hati bisa jadi masuk jurang. Serius lho, jurang! :(


Pertama kali diajak kesana, saya cukup tertarik karena belum pernah. Karena rasa penasaran tersebut, akhirnya saya bisa nulis pengalaman mengunjungi Pasir Kirisik, Guranteng di blog ini. 

Begitu sampai di salah satu tempat parkir berupa lapangan luas bertanah merah, kami turun dari mobil. Karena baru pertama kali, kakak saya pun tidak begitu tahu lokasi wisatanya dimana. Namun si tukang parkir lantas merekomendasikan kami untuk naik odong-odong menuju tempat wisata. Hmmm, ternyata memang ada kerjasama antara tukang parkir di sana dengan penarik odong-odong.


Akhirnya kakak saya berinisiatif untuk mengajak kami semua naik mobil kembali dan langsung ke lokasi wisata. Ternyata perjalanan ke sana cukup bikin stres. Selain karena jalan yang sempit, jalan juga dipakai dua arah. Untuk urusan parkir memang kurang begitu terorganisir dengan baik sih. Atau mungkin bisa saja hiruk pikuk hari itu disebabkan karena orang beramai-ramai ingin munggahan.

Begitu mendekati lokasi wisata, mobil hampir tidak bisa gerak. Motor berseliweran dua arah. Greget banget! Akhirnya semua penumpang mobil memilih turun karena panas banget di dalam. Sampai di sana, setiap pengunjung harus bayar uang masuk Rp. 10 ribu yang bisa ditukarkan dengan minuman.


Tapi ternyata banyak juga yang tidak bayar dan oke-oke saja tuh, bisa masuk tanpa adanya interogasi. Mungkin pemungutan tiket masuk Rp. 10 ribu itu juga bagian dari kerjasama antara orang sekitar dan perusahaan minuman kemasan.

Lalu ada apa saja sih di Pasir Kirisik Guranteng yang viral banget di media sosial? 

Setelah urusan parkir mobil dan beli tiket yang bisa ditukar produk minuman selesai, pengunjung langsung menuju ke atas. Bagi yang jarang olahraga dijamin ngos-ngosan karena jalanan cukup nanjak sekitar 45 derajat. Perjalanan ke atas harus dilakukan dengan jalan kaki dan jangan harap ada jasa gendong orang.

Di atas ada beberapa booth yang menjadi daya tarik orang-orang untuk datang ke sana. Ada ayunan semacam di The Lodge Maribaya, foto di atas lahan kecil berbentuk hati dengan background pemandangan alam yang keren, foto-foto dengan background Venezia (kreatif abis!), dan kolam renang dengan pemandangan super cool kayak di Bukit Kacapi.

Di sudut lainnya, ada semacam taman yang cocok juga buat prewedding atau foto-foto iseng. Ada juga gate berbentuk hati yang sangat viral belakangan ini.

Ponakan saya, anak SMP kelas 2
Kayaknya itu aja spot-spot yang bisa dicoba dan berfoto untuk kenang-kenangan. Tapi saya tidak berfoto di salah satu diantaranya sama sekali. Karena penuh banget dan yang ngantri kebanyakan bocah ABG. Kayaknya udah nggak keumuran lagi deh buat nyoba. Nggak tahu kali ya kalau kosong :p

Bagi yang mau piknik, di sana ada gazebo-gazebo kecil yang sebaiknya harus dilapisi kain, koran, atau karpet plastik kalau mau duduk-duduk manja. Pemandangannya memang dapet banget, keren! Tapi kayaknya kalau bulan depan ke sana, mikir-mikir lagi deh. Kecuali kalau ada inovasi baru. 

Salam jalan-jalan.

No comments:

Post a Comment